Thursday, June 27, 2013

DARI MEREKA AKU BELAJAR


Sule sutisna dan Diky Chandra Negara
Siapa yang tidak mengenal dua orang tersebut? Mereka adalah dua orang publik figur besar..

Yang satu komedian sukses, yang sering kita saksikan melalui Opera Van Java, ayah dari Rizky, Putri, Rizwan, dan Ferdy, Suami dari wanita luar biasa bernama Teh Lina. Kelahiran cimahi, 15 november 1976. Pelawak yang terkenal dengan jargon "Prikitiw" ini selalu sukses membuat orang terbius melihat keahliannya menghibur di atas panggung.
Banyak hal yang membuatku pribadi mengagumi sosok om Sule. Bukan hanya tentang kepiawaiannya dalan menghibur. Tapi lebih dari itu sosok om Sule Istimewa dan Luar biasa dimataku. Dari beliau  aku belajar bagaimana sebuah mimpi dikejar dari nol. Dengan perjuangan dan cobaan yang seperti apa... Hingga sekarang beliau sukses. Bukan hanya materi yang kubilang.. Tapi dari hasil karya-karya beliau. Profesionalitas om sule sebagai seorang entertainer. Bijaksananya beliau sebagai ayah dan suami, dan kesederhanaan beliau sebagai seorang idola. "Jangan pernah merasa puas untuk berkarya".. Itu semua yang aku jadikan inspirasi dan motivasi tersendiri.

Dan perkenalkan satu lagi sosok yang menjadi inspirasi dan motivatorku, abah Diky Chandra Negara. Seorang aktor, sutradara, penulis naskah, dan komedian juga. Ayah dari Cindy Arlinda, Diffa Maha Chandra, Dzikry, dan Dzikra. Dan seorang suami dari Permata Garut, umi Rani. Kelahiran tasikmalaya, 12 mei 1974.
Apa yang ku banggakan dari abah Diky? Bagaimana bisa abah menjadi motivatorku??
Pertama kali aku "kenal" abah. Takut rasanya mau ngajak ngobrol. Beliau orang besar. Tapi aku coba menyapa beliau.. dan apa responnya? Abah balik meresponku dan kami ngobrol bahkan dekat sampe sekarang. Dari abah, aku belajar arti kata PANTANG MENYERAH. Kita semua tau abah pernah menjadi seorang pejabat, tapi kemudian memilih mundur dan kembali ke dunia entertain. Beliau kembali merintis karir dari nol. Tidak mudah bagi abah melalui semua itu. Banyak sekali cercaan, hujatan, dan segala macam cobaan yang beliau hadapi. Tapi gak pernah aku dengar abah menyerah. Beliau tetap tegar melangkah demi keluarga. Beliau terus semangat berkarya.

Aku punya mimpi menjadi seorang penulis. Dan aku ingin mengejar mimpi itu. Dari abah dan om sule aku belajar banyak hal. Mereka guruku. Aku bangga mengenal mereka.

Dan satu karya yang sangat aku tunggu-tunggu kabarnya, adalah novel pertamaku, berjudul The Detective. Novel ini aku dedikasikan untuk mereka. Semoga ada jalan terang di tahun ini. Semoga novel pertama ini bisa terbit dan aku ingin menyerahkannya langsung pada Abah dan Om sule..

Terima Kasih Abah..
Terima Kasih om Sule..
Tetap semangat dan terus berkarya.. :)


SALAM SULEKERS
**Sulekers Feeling**

6 comments:

Unknown said...

Luar biasa
Sebaik2nya KARYA adalah yang lahir dari kecintaan , tulus seperti apa yang dibuat oleh Yati selama ini. Ditengah banyaknya manusia berubt kekuasaan, terjebak pakaian ketenaran..ketulusan telah tergores besar hingga melukai kwalitas karya2 dari berbagai sektor. Smoga lahir Yati2 lain yang senantiasa menjaga karya dengan ketulusannya

Ariyati said...

amiiiin... terima kasih abah..:)
tetaplah jadi inspirasi dan motivatorku...

terima kasih... :)

Unknown said...

Di tunggu postingan selanjut nya.

Ariyati said...

siip...

Unknown said...

saya setuju dengan post nya, Saya juga mengaggumi beliau.. :)

Ariyati said...

@pingkan: (y)

Post a Comment

 
;