Segala faktor memang menjadi pengaruh untuk diri kita. Mulai dari lingkup keluarga, kawan sepermainan, dan yang sekarang sudah menjamur adalah dunia maya. Begitu juga diriku. Seiring perkembangan teknologi, aku yang tentu saja tidak ingin ketinggalan, menemukan banyak hal di dunia maya yang sering dibilang jejaring sosial. Salah satunya twitter. Di sana aku menemukan banyak teman, saudara, dan keluarga.
Melalui media sosial aku mengenal orang-orang besar yang tidak pernah aku bayangkan sebelumnya. Sebut saja om sule, beliau yang telah menjadi idolaku sejak lama, dan kukenal "dekat" sejak 2 tahun terakhir, menjadi sosok guru dan inspirasi untukku. Pernah bermimpi, tapi tidak pernah terbayangkan mimpi itu terwujud, pelan tapi pasti. Mulai akhir tahun 2012, Tuhan mulai mengizinkan aku bertemu beliau di surabaya, dan terakhir bertemu beliau bulan november 2013. Selebihnya komunikasi via twitter dan radio online yang beliau buat sebagai ajang silaturahmi. Dan mengenal beliau sampai sekarang ini membuatku bersyukur, dari beliau aku belajar tentang tidak malas berkarya. Karena itu mulai tumbuh niat belajar dan mimpi penjadi seorang penulis. Dan akan kukejar mimpi itu..
Melalui media sosial pula aku "bertemu" seseorang yang memberiku banyak pelajaran yang luar biasa. Abah diky chandra. Sosok ayah yang sudah kuanggap seperti ayahku sendiri. Yang mengajarkan aku banyak hal tentang hidup. Tentang berkarya, selalu bersyukur, dan pantang putus asa. Semakin menguatkan niatku meraih mimpi. Berikut pula umi Rani. Mereka "kompak" menjadi orang tua keduaku. Mengenal dan bertemu mereka adalah anugrah tersendiri yang Allah berikan untukku. Pertemuan pertama yang tidak akan pernah terlupa sampai kapanpun. Mereka begitu baik, tulus. Akhir pertemuan yang membuatku menangis haru sepanjang perjalanan kembali ke jember, kala itu. Pelukan umi, layaknya pelukan ibuku. Mengingat mereka membuatku rindu, rindu sekali. Aku bangga mengenal mereka. Ingin sekali semua kenangan itu kembali terulang. Dan semoga Tuhan masih mengizinkanku suatu saat kembali menemui mereka, orang tua keduaku.
Apa yang tidak patut aku syukuri sampai saat ini?? Meski sebagian orang mencemooh, mengkucilkan, dan meremehkanku karena mengenal mereka, tapi aku bangga. Mengenal mereka sama sekali tidak membawa kerugian untukku, justru sebaliknya. Toh itu juga tidak merugikan mereka.
Om sule, abah diky, dan umi rani.. Mereka seperti keluarga baruku, yang mampu membuatku berpikir maju, dan mulai berkarya. Terima kasih ya Rabb, Kau pertemukan aku dengan mereka. Lindungi mereka yang kusayangi, limpahkanlah nikmat sehat dan barokahMu untuk mereka. Amiiin...
Love
Yati AADC





- Follow Us on Twitter!
- "Join Us on Facebook!
- RSS
Contact