Tuesday, November 6, 2012

OVJ ROADSHOW SURABAYA DAN PERJUANGANKU

Semuanya berawal dari kecintaanku sama OVJ dan fanatismeku sama om Sule. Seneng banget rasanya aku bisa dapet follback dan balesan mention dari beliau. Hingga pertengahan bulan Oktober aku denger berita kalau OVJ mau Roadshow ke Surabaya. disitu aku antusias banget dan niat banget mau ke Surabaya.
"Kapan lagi?", pikirku. 

Dengan berbagai hambatan aku minta izin orang tuaku. sampai ada pemilihan LO dan peserta Meet and Greet dari Trans7, aku ikutan. tapi kecewa rasanya ketika baca pengumuman dan namaku nggak ada disana. Sempet pesimis apakah aku bisa pergi ke Surabaya. sampai akhir bulan aku baca tweet info dari Kartu As bagi-bagi tiket OVJ. Aku langsung ikut dan aku pikir "Ini kesempatan terakhirku".
Seneng bukan main waktu aku dapet telepon dan undangan VIP untuk OVJ Taping hari Sabtu, 3 November 2012.

Berbekal nekat, aku berangkat Jum'at siang dari jember. Jujur, ini perjalanan pertamaku keluar kota, dan TANPA DITEMANI SIAPAPUN. Apalagi aku belum pernah tau sudut kota Surabaya sedikitpun. Jum'at sore pukul 15.00 aku sampai di Stasiun Gubeng-Surabaya. Disana aku numpang tinggal dikos saudaraku di belakang TP (Tunjungan Plaza), Mbak Elis. Aku nggak tau mau naik apa ke TP. Aku coba tanya sana-sini. Akhirnya ada juga orang yang memberitahuku, seorang penumpang yang saat itu satu gerbong denganku. akhirnya aku lanjut ke TP naik angkot.

Sampai pukul 16.30 aku nongkrong di  TP nunggu mbk Elis pulang kerja. Aku hubungi mimin @Sulekers_INA, tapi dia lagi di hotel persiapan Meet & Greet. Hingga akhirnya Mbak Elis datang dan kami lanjut ke kosan. Sampe kosan aku langsung istirahat dan persiapan buat sabtu.
Malam itu aku nggak bisa tidur. Aku selalu terbayang-bayang bagaimana besok harinya aku bisa ke stadion Gelora 10 November dan ketemu om Sule. Sedangkan aku nggak tau Gelora itu dimana, mau kesana naik apa. Kusiapkan kaos putih kesayangan dan spidol hitam yang memang sudah kupersiapkan dari jember untuk minta tanda tangan.

Hari itu, Sabtu 3 November 2012. Aku seneng campur bingung. Aku coba sms mimin @Sulekers_INA buat nebengi aku pas pawai dan aku ikut ke Gelora. Tapi ternyata nggak bisa. Aku tersesat, nggak tau arah mau cari jalan yang dilalui pawai menuju Gelora. Aku tanya tukang koran depan Hotel TP, security TP, sampai tukang sapu depan Balai Kota. Aku kehilangan jejak pawai,,, dan bingung. Tapi alhamdulillah tukang sapu Balai Kota itu orang baik dan beliau mau nganter aku sampai ke Gelora. Akhirnya aku sampai di Gelora pukul 10 pagi.

Gelora sudah ramai dengan warga Surabaya yang menunggu kedatangan para wayang. Aku hubungi mimin berkali kali, tapi dia cuma bilang, "Tunggu ya!". Aku menunggu dengan sabar karna Gate Gelora juga belum dibuka. Aku hubungi pihak Kartu As, dan jawabannya sama, disuruh nunggu.

Kurang lebih setengah jam nunggu, para wayang sampai di Gelora disusul sambutan dari warga surabaya. Tapi sayang mereka masuk lewat gate yang lain. Dari jauh aku bisa melihat sosok orang yang aku tunggu, om Sule. Aku masih menunggu pintu dibuka. Sampai kurang lebih pukul 11.30, aku diizinkan masuk. Tanpa pikir panjang aku langsung masuk ke Gelora sambil nunggu info selanjutnya dari Kartu As.

Taping mulai jam 14.30 tapi aku dah stay di Gelora dari pagi. Siang itu aku bangga. ngeliat om Sule dan para wayang langsung di depanku, latihan nyanyi bareng percussion OVJ. Pukul 13.45 aku diizinkan masuk tempat VIP depan panggung. Langsung aku cari tempat paling strategis biar aku bisa liat semuanya dengan jelas. Bareng Krizna Sulekers, aku ajak dia duduk persis di depan tangga sebelah kiri panggung.

Pukul 14.30, Taping dimulai. Aku seneng bukan main bisa ngeliat mereka sejelas dan sedekat itu. Aku berusaha ambil gambar sedekat dan sejelas mungkin. tapi susah. Panas, gerah, capek, tapi aku nikmati Taping hari itu. Berkali kali aku coba sapa idolaku, tapi nggak mungkin karna mereka lagi syuting. Aku bangga pada totalitas mereka menghibur dari atas panggung. meski capek, tapi profesionalitas mereka mengalahkan segalanya, Taping hari itu berjalan lancar.

Kelar taping kira kira pukul 16.30, sebelum keluar aku coba panggil kak Ajun percussion (dibantu kak Ari). Alhamdulillah kak Ajun mau denger dan ketemu di backstage. Akupun ngobrol dan minta tolong kak Ajun bantu aku minta TTD para wayang. Tapi kak Ajun bilang mereka lagi istirahat dan nggak mau di ganggu.

 "Jangankan orang lain, klo dah begini, asisten mereka aja disuruh keluar dek!"

kak Ajun jelasin semuanya. Kecewa rasanya saat itu. Sekaligus bangga, karna ternyata kelar syuting di backstage aktifitas mereka lebih parah daripada on stage. Tapi akhirnya kak Ajun mau bantu aku bawain kaos yang sudah aku siapkan buat ttd wayang. Sekitar 15 menit, kak Ajun keluar dari backstage dengan muka rada nggak enak, perasaan ku juga nggak enak.

"Mereka lagi istirahat!" aku kecewa.
"Cuma mami nggak mau!" katanya lagi sambil menyodorkan kaosku.

Apa??? Langsung kulihat kaosku. Ada 5 ttd disitu.

Desta, Partovj, Andre taulany, Sule, Azis gagap

Ya Allah,, aku seneng bangeet.

"Makasih kak Ajun..!"

Lalu aku cerita perihal bingung balik ke TP klo malem nggak ada angkot, padahal aku masih pengen nonton live.

"Udah nggak papa nggak nonton live. daripada kamu nggak bisa pulang nanti, lebih baik kamu pulang sekarang!" kata ka Ajun.

Aku pikir bener juga. aku dah nyasar dan aku nggak mau ilang. Akhirnya aku balik

"Salam buat om Sule ya kak! makasih..!"

dan kak Ajun pun balik ke backstage. Aku bingung karna nggak ada angkot ke arah TP. Sampek minta tolong sama polisi yang lagi tugas di depan Gelora. Setelah nunggu lumayan lama, akhirnya ada juga angkot, dan aku balik. HPku mati jadi lost kontak ma keluarga di Jember dan temen-temen sulekers lain di Twitter.

Sampek kos, q langsung charge HP dan hubungi keluargaku. Ada rasa kecewa nggak bisa ikutan LIVE malam itu. Tapi ingat kata-kata kak Ajun tadi, aku cuma bisa bernafas panjang. Aku liatin terus kaos putihku yang sudah berhias ttd mereka. Nggak terasa jam 10 malem, aku tidur dan siap-siap buat pulang besok paginya.
Esok harinya, Minggu 4 November 2012 aku bangun pagi pagi jam setengah 5, abis sholat aku sms mimin,

"Jam berapa balik ke Jakarta min?"

kata mimin jam 6 pagi meluncur dari bandara Juanda.

"salam buat om Sule ya min,, aku seneng bisa ketemu di surabaya!"

Dan tepat pukul 06.00 aku denger suara pesawat ke arah barat.

"Selamat jalan om Sule, terima kasih!" 

Aku berangkat dari pukul 07.30 menuju Gubeng supaya nggak kehabisan tiket. Karna bingung, pukul 08.15 aku baru nyampek Gubeng. Beli tiket dan duduk di ruang tunggu. Sambil dengerin lagu Saranghaeo, dan lagu om Sule lainnya dari HPku, pikiranku melayang teringat pertemuan kemarin dengan om Sule. Aku ingat-ingat lagi perjuanganku hingga sampai di surabaya. Melihat beliau langsung dan dapet ttd. Nggak kerasa mataku berkaca-kaca. Terharu, sedih.. senyum-senyum sendiri ingat semuanya.

Pukul 08.45 kereta Mutiara Timur Pagi yang akan mengantarku pulang ke Jember datang. Langsung kucari kursiku di gerbong kelas Bisnis. Duduk santai dan pikiranku nggak bisa lepas soal kejadian kemarin. Aku on twitter tapi aku nggak mention om Sule saat itu karna aku pikir beliau masih di pesawat. Siang sekitar jam 11, aku on twitter. Aku buka acc om Sule

"Bandara surabaya rame bgt ono opo iki?"

Aku baca salah satu tweetnya om Sule. Lho, kog masih di surabaya? Aku mention tanya om Sule, no reply. Ternyata beliau dah Take Off.

"Selamat Jalan om Sule! semoga kita bisa ketemu lagi!" ^.^"

"Aku seneng bisa ketemu di Surabaya. I'm proud to be your fans!"

Thanks buat semuanya yang mau bantu aku.

  • Mbk Eulis yang aku booking kos-kosannya
  • Tentu saja Om Sule @newsuleprikitiw
  • Kak Ajun percussion @andyajun
  • Mimin @sulekers_INA
  • Kartu As @Kartu_As
  • Krisna Sulekers surabaya @KriznaPrikitiw
  • Kawan-kawan Sulekers yang ngasih aku semangat
  • All Wayang OVJ
  • Tukang koran depan hotel TP, Security TP, Tukang sapu depan balai kota surabaya, dan warga surabaya yang ngasih aku petunjuk. Terima Kasih..!

2 comments:

Post a Comment

 
;